Pengertian, Jenis, dan Cara Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 Secara Sederhana Lembar Kerja Peserta Didik atau yang sering disingkat dengan LKPD adalah salah satu format yang dibuat oleh guru guna membuat suatu interaksi dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga dengan adanya LKPD siswa dapat lebih aktif dalam kegiatan belajar belajar.

Pada kesempatan ini kami akan mencoba membahas secara lengkap tentang lembar kerja peserta didik atau LKPD yang telah kami rangkum dari berbagai sumber. Silahkan bapak ibu simak penjelasan berikut.

Pengertian Lembar Kerja Siswa 

Pengertian Lembar Kerja Peserta Didik atau LKPD di terjemahkan oleh Widjajanti (2008:1), beliau mengatakan lembar kerja peserta didik (LKPD) adalah salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pendidik sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. Lembar kerja peserta didik atau LKPD  bisa dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kondisi dan situasi kegiatan pembelajaran yang akan dihadapi.

Sementara itu, menurut Depdiknas (2008) lembar kerja peserta didik (LKPD) merupakan lembaran-lembaran berisi tugas yang dibuat oleh guru yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Keuntungan penggunaan LKPD adalah memudahkan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran, bagi peserta didik akan belajar mandiri dan belajar memahami serta menjalankan suatu tugas tertulis.

Kesimpulannya lembar kerja peserta didik adalah format penugasan yang dibuat oleh guru untuk dikerjakan oleh peserta didik. 

Selanjutnya kami juga telah merangkum jenis jenis LKPD dari berbagai sumber, silahkan bapak ibu lihat penjelasannya dibawah ini

Macam-macam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Trianto (2009: 222) lembar kerja peserta didik atau LKPD dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen atau demonstrasi. Selain itu Trianto (2009: 223) juga menambahkan bahwa LKPD memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh. 

Selain dari pendapat trianto diatas, jenis jenis LKPD juga di kemukakan oleh praswoto, berikut penjelasannya

Prastowo (2011: 24) mengatakan jika dilihat dari  tujuan penyusunan LKPD, maka LKPD dapat dibagi menjadi lima macam bentuk yaitu:

1. LKPD yang membantu peserta didik menemukan suatu konsep

2. LKPD yang membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan

3. LKPD yang berfungsi sebagai penuntun belajar

4. LKPD yang berfungsi sebagai penguatan

5. LKPD yang berfungsi sebagai petunjuk praktikum.

Bapak ibu yang berbahagia, setelah membaca macam macam LKPD diatas selanjutnya kita melihat apa manfaat yang di dapat dari LKPD

Manfaat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Bapak ibu yang berbahagia, manfaat LKPD ini disusun tentunya dibuat agar mendapatkan suatu hasil, salah satu manfaat dari penyusunan LKPD ini dikemukan oleh Suyitno (1997:40) dalam Hidayat (2013).

Berikut manfaat LKPD yang dikemukan oleh suyito

1. Mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran.

2. Membantu peserta didik dalam mengembangkan konsep.

3. Melatih peserta didik dalam menemukan dan mengembangkan keterampilan proses.

4. Sebagai pedoman pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran.

5. Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan belajar. Membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.

Bapak ibu yang berbahagia, dalam penyusunan LKPD ini tentunya harus memiliki panduan atau prosedur. Silahkan bapak ibu lihat prosedur penyusunan lembar kerja peserta didik dibawah ini

Prosedur Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Prosedur penyusunan LKPD dikemukan oleh Darmodjo & Kaligis (1993: 41-46) dalam Indriyani (2013: 15-18), mereka menjelaskan bahwa dalam  penyusunan  LKPD  harus  memenuhi  berbagai  persyaratan,  yaitu syarat didaktik, syarat konstruksi dan syarat teknis.

1. Syarat didaktik

Lembar kerja peserta didik (LKPD) sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses belajar mengajar haruslah memenuhi persyaratan didaktik, artinya suatu LKPD harus mengikuti asas belajar-mengajar yang efektif, yaitu: memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKPD yang baik itu adalah yang dapat digunakan baik oleh peserta didik yang lamban, yang sedang maupun yang pandai, menekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga LKPD dapat berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi peserta didik untuk mencari tahu, memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan peserta didik, dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika pada diri peserta didik, pengalaman belajarnya ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi peserta didik (intelektual, emosional dan sebagainya), bukan ditentukan oleh materi bahan pelajaran.

2. Syarat konstruksi

Syarat konstruksi adalah syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan yang pada hakikatnya haruslah tepat guna dalam arti dapat dimengerti oleh peserta didik. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan peserta didik, menggunakan struktur kalimat yang jelas, memiliki taat urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik, menghindari pertanyaan yang terlalu terbuka, tidak mengacu pada buku sumber yang di luar kemampuan keterbacaan peserta didik, menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaan pada peserta didik untuk menulis maupun menggambarkan pada LKPD, menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek, lebih banyak menggunakan ilustrasi daripada kata-kata, sehingga akan mempermudah peserta didik dalam menangkap apa yang diisyaratkan LKPD, memiliki tujuan belajar yang jelas serta manfaat dari pelajaran itu sebagai sumber motivasi, mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya.

3. Syarat teknis

Dari segi teknis memiliki beberapa pembahasan yaitu:

  • Menggunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf latin atau romawi, menggunakan huruf tebal yang agak besar, bukan huruf biasa yang diberi garis bawah, menggunakan tidak lebih dari 10 kata dalam satu baris, menggunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan jawaban peserta didik, mengusahakan agar perbandingan besarnya huruf dengan besarnya gambar serasi. 
  • Gambar yang baik untuk LKPD adalah yang dapat menyampaikan pesan/isi dari gambar tersebut secara efektif kepada pengguna LKPD. Yang lebih penting adalah kejelasan isi atau pesan dari gambar itu secara keseluruhan. 
  • Penampilan adalah hal yang sangat penting dalam sebuah LKPD. Apabila suatu LKPD ditampilkan dengan penuh kata-kata, kemudian ada sederetan pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik, hal ini akan menimbulkan kesan jenuh sehingga membosankan atau tidak menarik. Apabila ditampilkan dengan gambarnya saja, itu tidak mungkin karena pesannya atau isinya tidak akan sampai. Jadi yang baik adalah LKPD yang memiliki kombinasi antara gambar dan tulisan.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian, Jenis, dan Cara Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

/>